5 Kekonyolan Wiraswasta Baru
Lebih cepat dari yang kita pikirkan, Maret udah mau abis dan sekarang kita bakal ngelewatin bulan baru bernama April. Kira-kira target anda tercapai gak sih bulan ini atau anda butuh beberapa hari lagi untuk meraihnya? Psst… Asal tau ajalah, saya disini bukan buat ngingetin anda tentang sudah seberapa jauh resolusi yang dilakukan -(meskipun sebenarnya saya baru ngingetin itu).
Yang membuat saya tertarik adalah anda wiraswasta baru atau bukan? Apa blog yang anda buat bukan ladang bisnis yang sedang digeluti? Terus kenapa lantas anda bilang gak punya bisnis? Jiaah…. mau ngeles kemana lagi nih. Sekedar ngingetin posting ini bukan cuma untuk para blogger tapi buat semua orang yang mengklaim dirinya adalah wiraswasta di satu bidang tertentu.
Sekarang mari kita beralih ke pembahasan 5 Kekonyolan Wiraswasta Baru itu
#1. Salah jual
Meskipun penjualan penting bagi kelangsungan hidup bisnis manapun, anda gak perlu mendorong promosi itu kepada setiap orang yang anda temui, ngejual ke orang yang salah, termasuk teman-teman dan keluarga.. Tau gak sih lo, buang-buang waktu aja kalo jualin sesuatu kepada orang-orang yang gak butuh barang dagangan anda. Menjual kepada orang yang salah termasuk dalam kategori berusaha menjual untuk semua orang. Beberapa pelanggan lebih mudah menjual daripada yang lain. Hanya karena seseorang tertarik untuk melakukan bisnis dengan Anda bukan berarti Anda harus menerima. Jangan membuat jaringan dengan orang-orang yang tidak anda kenal cuma karena Anda pikir gak enak. Jika tawaran datang tidak cukup menggairahkan, segera tolak dan abaikan saja hal itu. Banyak Hubungan yang gak cukup berharga untuk dikejar. Belajar untuk katakan tidak pada peluang perak sehingga Anda memiliki kapasitas untuk mengatakan ya untuk peluang emas.
#2. Terlalu banyak ngabisin uang.
Sampai Anda memiliki datangnya arus kas yang stabil, Jangan ngabisin uang modal awal kecuali untuk yang benar-benar perlu.
Tahun 2013 cuma dengan modal seratus rebu saya mulai bisnis online ini meski sebenarnya saya bisa ngabisin lebih dari itu. Gak ada logo mewah, desain web amburadul. Modal cuma buat ndaftarin domain aja, dan cuma itu saja. Ya,.. hanya itu yang saya bersedia keluarkan sebelum saya mulai menghasilkan cashflow positif. Semua pengeluaran bisnis lain keluar dari arus kas itu. Bisnis Anda harus menempatkan uang tunai ke dalam saku Anda, jadi sebelum Anda “berinvestasi” uang ke dalamnya, butuh kejelasan bijimana Anda akan menarik uang tunai itu kembali lagi.
Jelas beberapa bisnis memerlukan banyak uang tunai untuk memulai, tetapi di era Bisnis Internet, Anda dapat dengan mudah memulai bisnis yang menguntungkan untuk perubahan kantong anda dengan modal dengkul.
#3. Ngabisin terlalu sedikit duit.
Kepelitan anda dengan uang akan menjadi suatu kesalahan juga lho. Jangan berhemat, ngencengin ‘ikat pinggang’ atas nama efisiensi. Ambil keuntungan dari ketrampilan kontraktor terampil yang dapat melakukan tugas-tugas tertentu lebih efisien daripada yang Anda bisa. Membeli peralatan operasional layak yang jelas akan mendatangkan keuntungan berharga bagi kantong anda. Gak usah perlu ngeluarin terlalu banyak uang untuk perabot mewah, tetapi utamanya pikirin perabotan fungsional yang bisa membantu Anda menjadi lebih produktif. Kalo bisa beli yang lebih baik, gak juga makai komputer jadul dengan perangkat lunak usang serta tehnologi antik yang akan memperlambat kinerja bisnis Anda.
Butuh waktu dalam mengembangkan kebijaksanaan untuk tahu Kapan Anda musti kudu ketat atau ngelonggarin perkara uang tunai, jadi jika Anda baru mulai keluar jalur, pake pendapat kedua. Seringnya (sih) memilih pendapat kedua membuat pilihan benar-benar jelas. Jika Anda tidak bisa membenarkan pengeluaran kepada seseorang yang Anda hormati, sangat mungkin adalah kesalahan. Namun di sisi lain, ada situasi terbilang sulit untuk membenarkan tidak menghabiskan uang tunai.
#4. Gak Pake Bohong.
Banyak bisnis orang satu menyebut diri mereka sebagai “kita”. Itu adalah sesuatu yang banyak pengusaha baru lakukan, tapi itu gak perlu lah. Tidak ada yang salah dengan bisnis perseorangan, terutama hari ini.
Gak jadi masalah untuk merujuk kepada bisnis anda layaknya punya anda ketika memang anda melakukannya sendiri. Berpura-pura menjadi ‘mereka’ padahal itu adalah anda, sedikit agak konyol. Itu tidak akan menghasilkan apa-apa. Mempromosikan usaha anda sendiri bisa jadi menguntungkan karena orang akan tahu kemana uang mereka. Dan jika anda membuat janji, anda sendiri juga yang akan menanggung akibatnya. Janji dari ‘mereka’ kadang (banyaklah) gak menguntungkan.
Jika Anda baru berwiraswasta, jangan berpura-pura jadi apapun juga. Letakkan harga produk dan jasa sewajarnya sesuai dengan tingkat keterampilan dan bakat Anda. Beberapa pemain baru berpikir mereka harus menjadi ‘artis’ – setidaknya terlihat meniru sesuatu -. Bisnis yang mereka promosikan kepada dunia adalah murni fantasi. Mencoba untuk menipu pelanggan Anda dengan cara ini hanya akan berbalik kepada anda. Jika Anda begitu putus asa dengan bisnis anda, gak perlu bohong. Jangan lagi bikin bisnis, kalo Anda tidak bisa menghasilkan nilai riil dan perkiraan biayanya. Mending kembangkan kemampuan anda lebih tinggi agar bisa terjun.
#5. Intuisi.
Intuisi sama pentingnya dalam bisnis seperti di pengaturan lainnya. Kalo Anda mungkin berpikir bahwa logika adalah bahasa Bisnis, itu masih jauh dari kenyataan. Jika dasar semua transaksi bisnis Anda pada kekerasan logika dan mengabaikan intuisi Anda, kemungkinan besar Anda akan terluka.
Kita manusia tidak sangat logis untuk memulai. Kita hanya tidak memiliki cukup data untuk membuat keputusan yang benar-benar Logis karena transaksi bisnis tergantung pada manusia, dan kita tidak memiliki sistem yang logis untuk secara akurat memprediksi perilaku manusia. Tidak mampu memprediksi bagaimana manusia lain akan berperilaku adalah perbedaan yang cukup besar dalam logika kita. Dan intuisi mengisi celah itu. Kinerja nyata manusia adalah apa yang akan dibuat atau memutuskan transaksi bisnis. Tetapi untuk menganggap semua orang akan melakukan seperti yang diharapkan adalah tidak realistis. Kesepakatan tidak pernah berjalan dengan sempurna.
Intuisi adalah bagian penting dari proses pengambilan keputusan dalam bisnis. Karena transaksi bisnis tergantung pada hubungan, Anda perlu bisa membaca orang lain yang terlibat dalam pertimbangan kesepakatan Anda. Jika Anda membaca gejala buruk, pergi saja. Namun jika Anda bisa membaca dengan baik, lanjutkan dengan hati-hati. solved in
5 Stupid Mistakes made by Newly-Self Employed


