Banyak webmaster salah ngaritin sebenarnya SEO On-Page itu apa seh. Intelektual search engine besar seperti Google dan Bing udah masangin algoritma yang dapat mendeteksi jika konten di situs web unik atau tidak. Pengoptimalan anda pada model SEO On-Page bukan tentang mimpi “nipuin” search engine. Ini adalah tentang nge-doing-in hal yang benar biar klik dengan maunya mereka dan memberikan pengguna pengalaman nyang baik untuk pencarian web. Dalam artikel ini, pengen rasa hati berbagi cerita menggapai SEO On-Page dan menunjukkan kepada Anda bagaimana melakukannya.
Konten kopian Versus Sindikasi Konten lawan konten unik
kita mulai dengan sesuata nyang cetar membahana (dan disalahpahami) pada subjek: unik dan duplikat konten.
Orang banyaknya sering salah paham ngartiin duplikat konten sama sindikasi konten.
Masalah konten duplikat ini terjadi kalo Anda punya beberapa halaman di situs Anda sendiri yang memiliki konten yang sama. Ini bukanlah sesuatu yang selalu menjadi tujuan. Mungkin kesalahan asli dari Webmaster, atau bisa jadi halaman yang sama memiliki versi yang berbeda (satu untuk komputer desktop, versi mobile, versi cetak, dll.).
Emang gak ada Hukuman pasti Google nyang dijatuhkan atas kasus ini, tetapi mereka gak mau ada kejadian kedua, ketiga dan keempat di hasil halaman mereka yang akan diambil berbagai versi berbeda tapi halaman sama. Jadi mereka memutuskan, “memilih” satu halaman nyang algoritmanya mereka “pikir” terbaik bagi pengguna, dan menampilkan satu-satunya halaman di hasil pencarian. Cuma Algoritma bukan manusia lho, jeng. kadang bisa salah juga.
Si Mbah ngeluarin tips ngatasin masalah algoritma itu dengan rel=“canonical”.
coba aja liat penjelasan lengkap dan petunjuk cara penggunaannya di sini:
Lalu ada juga sebutan sindikasi konten. Itu adalah konten yang diposting berulang kali di web, pada halaman yang berbeda dan website berbeda. Sebagai contoh, sebuah artikel yang diposting pada EzineArticles bisa jadi udah diposting di 8 website berbeda. Emang hal ini gak selalu buruk untuk promosi konten website anda, tapi nyang perlu diinget, mesin pencari tidak ingin konten yang sama muncul di beberapa tempat di halaman hasil mereka; Jadi mereka membiarkan algoritma mereka memutuskan halaman mana yang terbaik untuk masuk dalam daftar. Hal ini tergantung pada banyak faktor, seperti seberapa banyak halaman itu punya backlink, atau berapa banyak sinyal ‘sosial’ diterima oleh halaman tersebut.
Inilah sebabnya mengapa membuat konten unik dipandang sebagai cara untuk “menaikkan peringkat atas anda di SERPs”. Konten unik menghindari kebingungan. Itu juga menunjukkan banyaknya waktu dan pemikiran, oleh karena itu, bernilai lebih. Model Menggapai SEO On-Page Ini bukan untuk mengatakan bahwa Anda tidak dapat peringkat lewat konten sindikasi! Tapi itu hanya masalah kalo Anda kudu bisa memberikan nilai lebih dari halaman lain (mungkin ngetweak komentar dari basis pembaca Anda?).
Akhirnya Ketepatan Keyword Density terungkap
Orang cenderung pake bahasa “angka ajaib” buat nyebutin Keyword Density. Dari mulai 1,5 %, terus ke 1 sementara yang lain mengatakan 3-5%. Padahal kalo ada banyak kata kunci dalam artikel bisa dianggap keyword stuffing, Harusnya tidak timbul masalah sama sekali jika Anda menulis dengan maksud untuk memberikan nilai asli. Jika Anda punya kata kunci yang baik dalam penelitian Anda, lalu menulis konten seputar kunci kata jitu anda secara alami maka Anda telah melakukan hal yang benar. Gini aja, katakanlah Anda memilih 1 kunci kata untuk ditulis, maka:
- Secara alami Anda memiliki kata kunci itu dalam judul
- Secara tidak langsung kunci kata akan tersebut beberapa kali di artikel pada akhirnya
- Anda secara alami telah menggunakan apa yang disebut “LSI keywords” dalam artikel (Anda bahkan tidak perlu mencari mereka)
Itulah keunikan SEO yang Anda butuhkan dalam kasus Keyword Density. Angka ajib seperti diurai diatas tidak bisa menunjukkan seberapa baik artikel (kecuali jika sudah bernomor 15% atau apalah, sudah bisa dipastikan stuffing!).
Contoh Link internal nyang oke banget, dan mengapa itu bisa berhasil menggapai SEO
Sebuah contoh yang sangat baik dari internal linking adalah Wikipedia. Pernahkah Anda memperhatikan seberapa sering Wikipedia peringkat #1-#3? Struktur internal linking mereka sangat menakjubkan. Semua artikel yang memiliki anchor text berhubungkan ke artikel lain di domain sendiri. Memang hampir mustahil bagi mesin pencari “kehilangan” halaman nyang mereka host.
Cuma buat iseng, saya mencari kata “seo” di Google. Dan lihat, hasil pertama pencarian SEO adalah…Wikipedia! Kalimat pertama memiliki 5 link, masing-masing terhubung ke halaman internal!
Lihat aja sendiri:
Link internal menunjukkan pola struktur yang kuat, menunjukkan bahwa website Anda berkarakter dan berpola. Contoh kasus:
Sebut saja Anda menulis sebuah artikel tentang penurunan berat badan di blog Anda. Bisa jadi artikel itu berfrase seperti “minum banyak air”, “latihan secara teratur”, dan “lemak metabolisme”. Ini bisa di-link ke artikel lain yang Anda mempublikasikan di situs Anda; “Air & berat badan”, “3 contoh latihan untuk menurunkan berat” dan “Bagaimana membakar lemak tubuh Anda”.
Berikan pengalaman pengguna yang baik dalam hal “menjadi halaman Anda”
Gak salah untuk jadi kreatif, tapi pake batas! Dengan latar belakang kuning, teks berwarna oranye pucat jadi sulit untuk dibaca bagi sebagian besar pengguna. gak banget khan. Dan kalo orang udah gak suka, Itu gak akan menaikkan peringkat bisa jadi tidak berperingkat!
Coba kita jadikan lagi Wikipedia sebagai contoh acuan. Warna gak wah, gak pake gambar mewah; Teksnya hitam keliatan tua dan datar-datar aja berlatar belakang putih. Google pake jurus ini lho, Apple pun gak ketinggalan.
Selalu ngutamain “bersih dan rapi” ketimbang “mewah dan kompleks”.
Mau tau kenapa software buat SEO On-Page kudu dihindarin?
Bisa jadi terdengar seperti membuat sakit hati para penyedia software SEO On-Page, cuma pengen jujur aja, Anda lebih baek ketimbang perangkat lunak yang Anda pake (untuk SEO On-Page!). Pemakai software SEO bekerja seperti prinsip ekonomi. Dan hebatnya software gak bisa “ngerasa” (belum) gimana jadi sebuah halaman, tidak seperti Anda nyang tau.
Ya, Anda bisa. Jadi sosok hakim yang baik dan obyektif saat sidak halaman Anda. Kira-kira anda suka gak? Betah gak ngebaca lama-lama? bisa bikin happy? Posting nya bisa jadi hal nyang berguna gak? worthed gak seh artikelnya? Pertanyaan inilah nyang kudu terpikir dulu kalo pengen menggapai SEO On-Page. Jika jawabannya adalah “Ya” buat semua saat menganalisa (pake mata dan otak) halaman Anda sebelumnya, berarti anda sudah tepat menggapai SEO. kalo gak, kudu kerja keras lagi membuat semua pertanyaan ini pasti berjawaban “ya!” karena Pentingnya Mengadopsi Kebiasaan SEO akan ngefek ke blog anda.
Model Menggapai SEO On-Page Yang Tepat Di Tahun 2013


